Diriku

Diriku

Kamis, 10 Februari 2011

Bola voli 1


TEKNIK DASAR BOLA VOLI

Teknik dalam permainan bola voli ada 2 macam, yaitu :

1.   Teknik Tanpa Bola.
a.   Sikap Siap.
Berdiri dengan kaki yang satu didepan kaki yang lain, kedua kaki terbuka selebar bahu, kedua lutut ditekuk sampai membentuk sudut 135º, kedua tangan ditekuk sedikit diletakkan rileks didepan tubuh,  badan dicondongkan kedepan sampai tumit terangkat.
b.   Pengambilan posisi yang tepat & benar.
c.   Langkah kaki gerak kedepan, kebelakang, kesamping kiri & kesamping kanan.
d.   Langkah kaki untuk awalan Smash dan awalan Block.
e.   Bergulir kesamping & bergulir kebelakang.
f.    Gerak meluncur.
g.   Gerak tipuan.          

2.         Teknik Dengan Bola
a.   Service untuk menyajikan bola pertama.
1.Underhand Service
Pemain berdiri menghadap net , kaki kiri didepan kaki kanan, lengan kiri dijulurkan kedepan dan memegang bola (ini untuk pemain tangan kanan, bagi pemain tangan kiri sebaliknya).
Bola dilempar rendah keatas , berat badan bertumpu pada kaki sebelah belakang, lengan yang bebas digerakkan kebelakang dan diayunkan kedepan dan memukul bola. Sementara berat badan dipindahkan kekaki sebelah depan.
Bola dipukul dengan telapak tangan terbuka, pergelangan tangan kaku dan kuat. Gerakan terakhir adalah memindahkan kaki yang dibelakang kedepan.

Jenis² Underhand Service
a.       Back Spin Underhand Serve : Bola berputar kebelakang.
b.      Top Spin (Cutting) Underhand Serve: Bola berputar keatas.
c.       Inside Spin Underhand Serve : Bola berputar kedalam.
d.      Outside Spin Underhand Serve : Bola berputar keluar.

2.Overhead Service
Pemain berdiri dengan kaki kiri berada lebih kedepan dan kedua lutut agak ditekuk Tangan kiri dan kanan bersama² memegang bola, tangan kiri menyangga bola sedangkan yang kanan memegang bagian atas bola.
Bola dilambungkan dengan tangan kiri keatas sampai ketinggian ± 1m diatas kepala didepan bahu, dan telapak tangan kanan segera ditarik kebelakang atas kepala dengan telapak menghadap kedepan, berat badan dipindahkan kekaki sebelah belakang.
Setelah tangan berada dibelakang atas kepala dan bola berada sejangkauan tangan pemukul, maka bola segera dipukul dengan telapak tangan, lengan harus tetap lurus dan seluruh tubuh ikut bergerak.
Bola dipukul dan diarahkan dengan gerakan pergelangan tangan, berat badan dipindahkan kekaki sebelah depan. Gerakan lengan terus dilanjutkan sampai melewati paha yang lainnya.

Jenis² Overhead Service
a.   Top Spin Overhead Serve : Bola berputar keatas.
b.   Inside Spin Overhead Serve : Bola berputar kedalam.
c.   Outside Spin Overhead Serve : Bola berputar keluar.
d.      Drive Overhead Serve : Bola berputar keatas.

3.      Floating  Service
a.       Frontal Floating Service : Bola mengapung kekiri & kekanan.
Bola dipegang setinggi kepala, lengan hampir lurus. Lengan yang memukul ada dalam posisi lurus atau tertekuk sedikit, ditarik kebelakang sebelum melempar bola.
Bola dilempar rendah, bagian atas tubuh tidak bergerak, pergelangan tangan harus tetap kaku. Bagian tengah bola dipukul dengan bagian bawah telapak tangan atau dengan tangan digenggam. Bola dipukul disebelah depan tubuh pemain dan tidak ada gerakan lanjutan.

b.      Side Floating Service : Bola mengapung kearah vertical.
Pemain berdiri dengan kedua kaki menghadap sisi lapangan. Bola dipegang dengan lengan menjulur kira² setinggi kepala. Lengan pemukul diayun kebelakang agak kesisi. Berat badan ditempatkan dikaki belakang, dengan kedua lutut ditekuk sedikit.
Lengan diangkat dengan gerakan melingkar, bola dilempar rendah. Lengan  dijulurkan dan bagian tengah badan bola dipukul dengan tangan tergenggam, sewaktu bola itu melambung tinggi didepan tubuh pemain. Bagian tubuh berputar sedemikian rupa sampai menghadap net, berat badan dipindahkan kekaki sebelah depan.
Kontak dengan bola singkat sekali, lengan dan tangan yang digunakan memukul berhenti sebentar sesudah mengadakan kontak dengan bola, kemudian gerakan diteruskan sedemikian rupa sehingga lengan terayun kebawah melewati kaki yang satunya.

4.         Jump Service
Jump Serve merupakan salah satu senjata ampuh untuk mengacaukan serangan kombinasi lawan, sebuah team memerlukan minimal 2 s/d 3 orang jump server yang dapat mengacaukan irama permainan lawan.

Keuntungan menggunakan jump serve adalah :
O Dapat menjatuhkan mental lawan
o Mempersulit lawan untuk membangun serangan
o Memudahkan blocker untuk melakukan bendungan
o       Memudahkan kerja defender

Teknik Jump Serve :
o       Awalan ±4 langkah, hal ini untuk mendapatkan power yang cukup.
o       Lompat pada langkah ke 4 diluar garis belakang dan jatuh didalam lapangan.
o       Lemparan tidak dari belakang tetapi dari samping badan agar dapat terlihat dan mudah mengontrol putaran bola kedepan.
o       Ayunan tangan sama seperti melakukan Spike Bola Tinggi (Open Spike).
o       Step ketiga baru bola dilempar keatas, setelah melakukan step sekali lagi, server meloncat dan memukul bola.
o       Gerakan harus harmonis dan berkesinambungan dan konsisten seperti gerakan spike, tidak terpatah².

Cara Melatih
O Untuk control spike, latihan diberikan mulai 3m atau di garis serang, bola dilempar sendiri dan spike. Setelah menguasai pada jarak 3 m, kemudian mundur dan lakukan pada jarak 4m, lalu 5 m dan seterusnya. Hal ini dapat melatih akurasi pukulan.
O Latihan dapat digabung dengan receive, agar terbiasa dengan penerimaan jump serve.
O Pemain harus tahu bahwa jarak pukulan lurus dengan pukulan menyilang berbeda jaraknya ± 2m, sehingga gerakan lengan dan pergelangan tangan pada saat memukulpun harus berbeda.
O Kontak pukulan pada bola dari jarak 3m berbeda dengan kontak pada bola pada garis belakang, semakin kebelakang kontak makin dibawah bola.
O Pemukul tangan kanan sebaiknya melempar bola dengan tangan kanan.
O Latih pemain secara berpasangan untuk melempar bola tanpa awalan dan tanpa lompatan dari garis belakang dan jatuhnya bola harus pada posisi yang sama didalam lapangan.
O Konsentrasi dalam jump serve sangat diperlukan, berikan latihan dengan target 10 bola untuk setiap posisi dan lakukan 3 kali dalam 1 minggu.

b.Pass Bawah berguna untuk passing dan umpan.
O Pemain melakukan sikap siap.
O Kedua tangan rapat dan dijulurkan lurus kedepan, kedua lengan membuat sudut 45º dengan badan.
O Sikap tubuh semakin merendah dengan menurunkan sudut lutut  dari 135º menjadi 45º.
O Tungkai mulai dijulurkan keatas agak kedepan, bola mengenai lengan bawah yang terjulur lurus. Tungkai dijulurkan sampai berjingkat dan tangan tidak boleh melewati bahu.
O Kembali kepada sikap siap.

Jenis² Pass Bawah
1.      Pass Bawah dua Tangan
2.            Pass Bawah Satu Tangan
3.      Pass Bawah Bergulir Kesamping
4.            Pass Bawah Setengah Bergulir Kebelakang
5.            Pass Bawah Meluncur Kedepan

c.       Pass atas berguna untuk passing dan umpan
Pada dasarnya pass atas adalah bola tangkap diatas, sentuhkan kekening dan lontarkan kembali keatas, tetapi karena proses gerakan tersebut dilakukan dengan sangat cepat, maka bola terlihat seperti dipantulkan.
O Pemain melakukan sikap siap.
O Badan dijulurkan keatas dengan meluruskan tungkai, bersamaan dengan menjulurkan kedua tangan keatas, sikap jari seperti hendak merangkum bola.
O Tungkai ditekuk kembali sampai lutut membuat sudut 135º, posisi lengan ditekuk didepan muka diatas kening dan bola disentuh oleh ujung jari² tangan.
O Tungkai dijulurkan kembali sampai berjingkat dan  bola dilambungkan kedepan atas dengan jari dan bantuan lengan yang digerakkan sampai lurus keatas.
O Kembali kepada sikap siap.

Jenis² Pass Atas
1.      Pass Atas Normal
2.      Pass Atas Setengah Bergulir Kebelakang
3.      Pass Atas Bergulir Kesamping
4.      Pass Atas Meloncat.

Selasa, 01 Februari 2011

Praktikum biologi 3 Semester 2

Praktikum III (siswa)
Menguji Vitamin C

Tujuan :
Untuk mengetahui kandungan vitamin C pada buah – buahan.

Alat dan Bahan :
1.      Tabung reaksi 3 buah.
2.      Rak tabung reaksi 1 buah.
3.      Pipet tetes 2 buah.
4.      Gelas kimia 2 buah.
5.      Lampu spiritus 1 buah (menyala).
6.      Mortar (lumpang dan alu) 1 buah.
7.      Saringan/kain kassa.
8.      Sendok 1 buah.
9.      Gelas ukur 1 buah (jika perlu).
10.  Larutan Yodium.
11.  Tepung kanji.
12.  Vitamin C (tablet telan).
13.  Sirup.
14.  Jeruk.
15.  Buah Naga.
16.  Jeruk Nipis.
17.  Tomat.
18.  Apel.
19.  Nanas.
20.  Air.
21.  Es batu.

Cara Kerja :
1.      Pertama, buatlah larutan amilum iodida dengan mencampurkan larutan yodium dan tepung kanji ke dalam gelas kimia dan aduk dengan sendok hingga berubah menjadi warna biru.
2.      Masukkan larutan amilum iodida dengan menggunakan pipet tetes ke dalam masing – masing tabung reaksi sebanyak 1 ml (12 tetes). Atau gunakan gelas ukur untuk menghitung jumlah tetesan hingga mencapai 1 ml.
3.      Saat menguji sirup, tuangkan sirup ke dalam gelas kimia terlebih dahulu. Agar tidak mudah tumpah, letakkan tabung – tabung reaksi yang berisi amilum iodida ke dalam rak tabung reaksi.
4.      Tetesi tabung reaksi pertama dengan sirup menggunakan pipet tetes bersih. Setiap ditetesi, guncangkan secara perlahan dan proses ini baru dihentikan ketika warna biru pada amilum iodida sudah berubah. Hitung tetesan yang dibutuhkan untuk menghilangkan warna biru pada amilum iodida.
5.      Panaskan sirup yang ada di gelas kimia dengan meletakkannya di atas lampu spiritus hingga mendidih. Masukkan sirup panas tersebut ke dalam tabung reaksi kedua dengan menggunakan pipet tetes yang sebelumnya digunakan untuk menetesi sirup sebanyak 3 tetes. Setiap ditetesi, guncangkan secara perlahan dan proses ini baru dihentikan ketika warna biru pada amilum iodida sudah berubah. Hitung tetesan yang dibutuhkan untuk menghilangkan warna biru pada amilum iodida.
6.      Masukkan es batu ke dalam gelas kimia yang berisi sirup. Biarkan hingga dingin.
7.      Pada tapung reaksi ketiga, masukkan sirup dingin ke dalam tabung reaksi dengan menggunakan pipet tetes yang sudah dipakai untuk menetesi sirup yang dipanaskan sebanyak 3 tetes. Setiap ditetesi, guncangkan secara perlahan dan proses ini baru dihentikan ketika warna biru pada amilum iodida sudah berubah. Hitung tetesan yang dibutuhkan untuk menghilangkan warna biru pada amilum iodida.
8.      Buang semua hasil percobaan yang ada di tabung reaksi dan gelas kimia yang berisi sirup. Jika es batu masih dapat digunakan, cuci dengan air bersih dan simpan di freezer (lemari pembeku). Cuci tabung reaksi, gelas kimia, dan pipet tetes yang digunakan untuk menetesi sirup pada tiap – tiap tabung reaksi. Agar cepat kering, letakkan gelas kimia dalam keadaan mulut gelas di bawah dan tabung reaksi disusun di rak tabung reaksi dalam keadaan terbalik.
9.      Untuk menguji vitamin C, cukup digunakan satu buah tabung reaksi saja. Caranya, masukkan amilum iodida ke dalam tabung reaksi sebanyak 1 ml (12 tetes) dengan menggunakan pipet tetes.
10.  Hancurkan vitamin C dengan bantuan mortar dan beri sedikit air untuk melarutkannya.
11.  Tetesi amilum iodida dengan larutan vitamin C dengan bantuan pipet tetes bersih. Setiap ditetesi, guncangkan secara perlahan dan proses ini baru dihentikan ketika warna biru pada amilum iodida sudah berubah. Hitung tetesan yang dibutuhkan untuk menghilangkan warna biru pada amilum iodida.
12.  Buang hasil percobaan yang ada pada tabung reaksi dan mortar. Cuci mortar, pipet tetes, dan tabung reaksi dengan air mengalir hingga bersih. Letakkan tabung reaksi di rak tabung reaksi dalam keadaan terbalik agar cepat kering. Letakkan juga  mortar dalam keadaan terbalik atau di lap bagian dalamnya hingga kering.
13.  Untuk menguji buah – buahan, hancurkan terlebih dahulu dengan mortar untuk mendapatkan sari buahnya.
14.  Letakkan kain kassa/penyaring di atas gelas kimia yang bersih. Lakukan proses penyaringan seperti meremas buah – buahan yang sudah hancur diatas kassa/penyaring hingga airnya dapat menembus gelas kimia.
15.  Lakukan kegiatan 2, 4, 5, 6, dan 7.
16.  Buang semua bahan dan hasil percobaan dan cuci peralatan dengan air mengalir hingga bersih. Letakkan gelas kimia dan mortar dalam keadaan terbalik. Letakkan juga tabung reaksi di rak tabung reaksi dalam keadaan terbalik.
17.  Lakukan serangkaian kegiatan 13, 14, 15, dan 16 dengan berurutan dan buah yang berbeda – beda.
18.   
Hasil Pengamatan :
Larutan yang digunakan
Jumlah tetesan untuk menghilangkan warna biru pada amilum iodida
Netral
Panas
Dingin
Sirup
15
18
9
Vitamin C
6
-
-
Nanas
11
25
14
Jeruk
7
15
8
Buah Naga
4
13
4
Tomat
10
18
14
Jeruk Nipis
20
30
25
Apel
15
-
-

Kesimpulan :
1.      Buah – buahan memiliki vitamin C, namun, setiap buah memiliki kadar vitamin C yang berbeda – beda.
2.      Semakin sedikit tetesan sari buah yang digunakan untuk menghilangkan warna biru pada amilum iodida, semakin tinggi kadar vitamin C – nya.
3.      Suhu mempengaruhi kadar vitamin C dalam buah – buahan.

Aplikasi dalam Kehidupan Sehari – Hari :
Penderita maag akut dapat menghindari buah – buahan yang memiliki kadar vitamin C yang tinggi, karena pada dasarnya vitamin C bersifat asam.

Kamis, 13 Januari 2011

Praktikum biologi 2 semester 2


Praktikum II (Siswa)
Menguji Zat Makanan

Tujuan :
1.      Untuk menentukan zat indikator yang dibutuhkan oleh suatu zat makanan.
2.      Untuk menentukan zat – zat yang terkandung dalam bahan makanan.

Alat dan Bahan :
1.      Tabung reaksi 3 buah.
2.      Rak tabung reaksi 1 buah.
3.      Pipet tetes 3 buah.
4.      Gelas kimia 5 buah.
5.      Lampu spiritus 1 buah (menyala).
6.      Mortar (lumpang dan alu).
7.      Saringan/kain kassa.
8.      Larutan Lugol.
9.      Larutan Benedic (diganti dengan Fehling A dan Fehling B).
10.  Larutan Biuret (diganti dengan Fehling A dan Fehling B).
11.  Susu cair.
12.  Pisang.
13.  Timun.
14.  Roti isi coklat.
15.  Nasi.
16.  Bayam.
17.  Sawo.

Cara Kerja :
1.      Jika masih ada, gunakan larutan campuran Fehling A dan Fehling B pada kegiatan praktikum sebelumnya (demo guru). Jika tidak ada, gunakan cara – cara yang ada pada langkah ke – 1 pada percobaan I (demo guru). Catat warnanya.
2.      Tuangkan susu cair ke dalam gelas nimia dari wadahnya.
3.      Tuangkan susu cair ke dalam tabung reaksi sebanyak 2 cc (2 cm) masing – masing. Agar tidak mudah tumpah, gunakan/letakkan tabung reaksi pada rak tabung reaksi. Catat warnanya.
4.      Pada tabung reaksi pertama, campuurkan susu cair dengan 3 tetes lugol dengan bantuan pipet tetes. Tutup bagian mulut tabung reaksi dengan ibu jari, dan jari lanilla menggenggam badan tabung. Kocok secara diagonal. Catat warnanya.
5.      Pada tabung reaksi kedua, campurkan susu cair dengan 3 tetes larutan campuran Fehling A dan Fehling B dengan bantuan pipet tetes. Pegang bagian atas badan tabung reaksi dan bakar/panaskan di atas lampu spiritus. Guncangkan secara perlahan. Catat warnanya.
6.      Pada tabung reaksi ketiga, campurkan susu cair dengan 3 tetes larutan campuran Fehling A dan Fehling B dengan bantuan pipet tetes. Tutup bagian mulut tabung reaksi dengan ibu jari, dan jari lainnya menggenggam badan tabung reaksi. Kocok secara diagonal. Catat warnanya.
7.      Pada pisang, Mentimun, roti isi coklat, nasi, dan bayam harus dilakukan proses ekstraksi. Proses ekstraksi dapat dilakukan melalui beberapa langkah berikut : (1 bahan hanya 1 hasil ekstraksi).
a)      Pada pisang, sebaiknya pisahkan terlebih dahulu antara kulit dan buahnya. Pada roti isi coklat diambil bagian – bagian yang tidak terkena oleh coklatnya. Pada bayam hanya dibutuhkan daun bayamnya saja.
b)      Jadikan bagian yang kecil – kecil (dengan cara memotongnya/mematahkannya) bahan yang akan diekstraksi. Masukkan ke dalam mortar.
c)      Beri sedikit air dan giling hingga lembut.
d)     Letakkan kassa/saringan di atas gelas kimia yang bersih. Letakkan pula hasil gilingan di atas kassa.
e)      Satukan keempat ujung kassa dan peras hingga mengeluarkan air hasil ekstraksi suatu bahan makanan tersebut.
8.      Buang semua hasil percobaan pada tabung reaksi. Cuci tabung reaksi dengan air mengalir hinggga bersih. Letakkan di rak tabung reaksi dengan keadaan bibir tabung di bawah.
9.      Tuangkan cairan hasil ekstraksi pertama ke dalam tabung reaksi sebanyak 2 cc (2 cm) masing – masing. Agar tidak mudah tumpah, letakkan tabung reaksi pada rak tabung reaksi. Catat warnanya.
10.  Pada tabung reaksi pertama, campurkan hasil ekstraksi pertama dengan 3 tetes lugol dengan bantuan pipet tetes. Tutup bagian mulut tabung reaksi dengan ibu jari, dan jari lainnya menggenggam badan tabung. Kocok secara diagonal. Catat warnanya.
11.  Pada tabung reaksi kedua, campurkan hasil ekstraksi pertama dengan 3 tetes larutan campuran Fehling A dan Fehling B dengan bantuan pipet tetes. Pegang bagian atas badan tabung reaksi dan bakar/panaskan di atas spiritus. Guncangkan secara perlahan. Catat warnanya.
12.  Pada tabung reaksi ketiga, campurkan hasil ekstraksi pertama dengan 3 tetes larutan campuran Fehling A dan Fehling B dengan bantuan pipet tetes. Tutup bagian mulut tabung reaksi dengan ibu jari, dan jari lainnya menggenggam badan tabung. Kocok secara diagonal. Catat warnanya.
13.  Buang semua hasil percobaan pada tabung reaksi dan hasil ekstraksi pertama pada gelas kimia. Cuci tabung reaksi dan gelas kimia dengan air mengalir hingga bersih. Letakkan tabung reaksi di rak tabung reaksi dengan keadaan bibir tabung di bawah. Gelas kimia juga diletakkan dengan posisi bibir gelas di bawah. Mortar juga dicuci.
14.  Lakukan cara kerja no. 9 sampai no. 13 pada hasil ekstraksi bahan makanan lainnya.
·         Karena keterbatasan alat, untuk 1 bahan makanan harus diproses dengan cara kerja no. 7 sampai no. 13 secara berurutan. Alat baru dapat digunakan untuk memproses barang yang akan diekstraksi selanjutnya. Salah satu contohnya adalah gelas kimia baru bisa digunakan jika hasil ekstraksi sudah dipindahkan ke dalam 3 buah tabung reaksi dan sudah dicuci bersih.




Hasil Pengamatan :
Nama Bahan Makanan
Zat Indikator
Lugol
Benedic
Biuret
Susu
Kuning
Merah bata/orange
Ungu muda
Pisang
Coklat muda
Merah bata/orange
Hijau tua
Timun
Hijau
Merah bata/orange
Hijau tua
Roti isi coklat
Biru tua
Merah bata/orange
Coklat
Nasi
Biru tua
Biru tua
Biru
Bayam
Coklat
Hijau tua
Hijau tua
Sawo
Coklat
Merah bata/orange
Hijau

Warna :
a.       Susu                                  => putih.
b.      Pisang                                => kuning.
c.       Timun                                => hijau muda.
d.      Roti isi coklat                    => coklat muda.
e.       Nasi                                   => putih.
f.       Bayam                               => hijau.
g.      Lugol                                 => coklat tua.
h.      Fehling A                          => biru.
i.        Fehling B                          => bening.
j.        Fehling A + Fehling B      => biru tua.

ü      Lugol adalah zat indikator untuk menguji karbohidrat.
ü      Benedic adalah zat indikator untuk menguji glukosa.
ü      Biuret adalah zat indikator untuk menguji protein.
ü      Makanan yang mengandung karbohidrat tinggi adalah roti isi coklat dan nasi, sedangkan makanan yang mengandung karbohidrat rendah adalah pisang.
ü      Makanan yang mengandung glukosa adalah susu, pisang, timun, dan roti isi coklat.
ü      Makanan yang mengandung protein adalah susu.
ü      Bayam tidak mengandung karbohidrat, glukosa, dan protein, tapi mengandung vitamin dan mineral.

Kesimpulan :
Tidak semua makanan memiliki zat makanan yang lengkap.

Aplikasi dalam Kehidupan Sehari – Hari :
§         Bagi wanita yang ingin melakukan program diet dapat mengurangi makanan – makanan yang mengandung kadar glukosa tinggi.
§         Bagi penderita diabetes dapat menghindari makanan – makanan yang mengandung kadar glukosa tinggi.

Tambahan :
Kenapa nasi yang mengandung zat glukosa tidak dapat merubah warna benedic menjadi merah bata/orange?
Karena glukosa pada nasi masih bersifat polisakarida. Selain itu, pada praktikum ini juga hanya melakukan penghancuran bahan makanan secara mekanik (dihancurkan dengan mortar). Nasi akan berubah menjadi manis apabila sudah bersifat monosakarida. Nasi baru bisa berubah jadi monosakarida apabila pada proses penghancurannya menggunakan cara kimiawi. Contohnya di mulut, gigi mengunyah nasi (penghancuran secara mekanik) dan bercampur dengan air liur (penghancuran secara kimiawi). Di dalam air liur terkandung enzim amilase.

Selasa, 11 Januari 2011

APAKAH ADA SEKOLAH INKLUSI??


Ada seorang ibu memiliki anak yang termasuk hiperaktif. Hal ini merupakan penghalang bagi buah hatinya untuk masuk di sekolah umum. Apalagi teman – teman dari ibu itu menyarankan agar anaknya disekolahkan di Sekolah Luar Biasa (SLB). Mengingat biaya yang dikeluarkannya tidak sedikit untuk menyekolahkan anaknya di sekolah khusus tersebut, ibu itu tidak menyekolahkan anaknya. Karena keterbatasan ekonomi juga, dia harus berjuang mengajar dan mendidik anaknya dengan kemampuan yang dimilikinya.
Cerita di atas merupakan salah satu dari peristiwa terbatasnya kebijakan pemerintah dalam menghadapi masalah pendidikan. Namun, pada dasarnya pemerintah telah mendirikan program ’sekolah inklusi’. Program ini diharapkan dapat membantu orang – orang yang memiliki bawaan lahir seperti keterbelakangan mental, penyandang cacat, dan beberapa hal lain yang berbeda dengan orang normal yang memiliki kemampuan ekonomi yang terbatas. Yang masih menjadi masalah di sini adalah tidak banyak orang yang tahu dengan program pemerintah. Salah satu penyebabnya adalah program ini belum dapat mendominasi sekolah – sekolah, sehingga pelaksanaannya masih jauh dari cita – cita dinas pendidikan setempat.
Sebelum membahas lebih dalam tentang sekolah inklusi, sebaiknya kita mengetahui tentang definisi dari sekolah inkusi itu sendiri. Sekolah inklusi adalah suatu sekolah yang memiliki kurikulum, sarana, dan prasarana yang sama sesuai dengan tingkatannya, namun sekolah ini menerima siswa – siswa yang mengalami keterbelakangan mental, cacat fisik, hiperaktif, dan beberapa hal lain yang berbeda dengan orang normal. Bagi orang awam, Sekolah Luar Biasa (SLB) adalah salah satu solusi untuk orang – orang yang disebutkan tadi untuk menimba ilmu. Mereka berpendapat orang – orang tersebut tidak bisa berbaur dengan lingkungan biasa, karena harus mendapatkan perhatian khusus dari orang – orang yang dikhususkan dalam menghadapi orang – orang yang dikatakan tidak normal.
Sekolah inklusi memiliki misi – misi tertentu dalam menyelenggarakan cita – cita bangsa, yaitu sebagai berikut :
1.      Melakukan keterbukaan pada siapa saja.
Pada sekolah inklusi, hal ini dapat dijelaskan bahwa keterbukaan yang dimaksud adalah memberikan peluang yang besar bagi semua orang (calon siswa) untuk belajar di sekolah inklusi. Hal ini diharapkan dapat membantu pemerintah daerah untuk mengurangi angka kebodohan yang kemiskinan yang menjadi masalah saat ini.
2.      Menghilangkan secara perlahan – lahan praktek diskriminasi yang masih ada di lingkungan masyarakat.
Di sekolah inklusi, keterbukaan pada penerimaan siswa di sekolah tersebut dapat menghapuskan perbedaan – perbedaan seperti kondisi fisik, intelektual, emosional, sosial maupun kondisi lainnya. Hal ini mengajarkan siswa (dan warga sekolah) untuk menghargai perbedaan – perbedaan yang dimiliki oleh orang.
3.      Memberikan pendidikan yang setara dengan kemampuan dan tingkatan siswa pada umumnya. Hal ini dilakukan karena kurikulum, sarana dan prasarana yang mendukungnya tidak jauh berbeda dengan sekolah – sekolah pada umumnya.
4.      Landasan Yuridis Negara mempengaruhi terbentuknya program sekolah inklusi.
Beberapa Undang – Undang yang meliputinya adalah Undang – Undang Dasar 1945 (amandemen) pasal 31 ayat (1) dan (2), UU No. 20 tahun 2003 Sistem Pendidikan Nasional pasal 3, 5, dan 32, dan UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak pasal 48 dan pasal 49.
Sekolah inklusi bukanlah sekolah yang dibangun khusus, namun sekolah inklusi adalah sekolah umum yang diberi kepercayaan oleh pemerintah untuk menampung calon siswa dalam kondisi apapun. Untuk menjadikan suatu sekolah menjadi sekolah inklusi, ada beberapa syarat yang diajukan agar mendapatkan predikat ini. Hal ini sama seperti sekolah – sekolah umum saat memperoleh predikat SSN, Sekolah RSBI, Sekolah SBI, dan Sekolah SI. Hanya saja prosedur yang digunakan untuk menyandang predikat sekolah inklusi berbeda dengan cara menyandang predikat lainnya.
Secara teknis, kurikulum yang ada di sekolah tersebut dirancang sedemikian rupa agar semua siswa dalam kondisi apapun dapat menerima pelajaran yang disampaikan dengan mudah. Ada beberapa sekolah inklusi yang memiliki kurikulum yang diberikan dari dinas pendidikan, ada ada juga sekolah inklusi yang dapat merancang sendiri tanpa mengubah hasil akhir dari kurikulum tersebut. Contohnya siswa yang bersekolah di sekolah umum dan sekolah inklusi dapat mengikuti Ujian Nasional (UN) tanpa adanya kendala.
Pada sekolah inklusi tertentu, semua guru – gurunya diberikan penataran khusus secara intelektual dan rohani oleh beberapa pihak. Penataran ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas guru untuk menghadapi siswa dalam kondisi apapun. Guru – guru tersebut diberikan penataran secara intelektual dan spiritual agar mereka dapat dengan mudah melakukan proses pengiriman ilmu pengetahuan kepada semua siswa yang diajarnya.
Di kota Pekanbaru sendiri, beberapa sekolah sudah mendapatkan predikat sekolah inklusi. Beberapa sekolah yang sudah terdengar di telinga masyarakat sebagai sekolah inklusi adalah SDN 001 Sail, SMP Negeri 5, dan SMA Negeri 11. Beberapa sekolah lainnya dengan tingkatan yang berbeda juga sudah mendapat predikat yang sama. Hanya saja pada pelaksanaannya tidak seefisien yang diinginkan oleh dinas pendidikan. Kurikulum di sekolah inklusi tertentu di kota Bertuah ini masih belum stabil akibat masih kurangnya perhatian dan dukungan masyarakat terhadap sekolah inklusi. Salah satu contohnya adalah seorang guru yang mengajar bidang studi olahraga tidak bisa memberikan nilai kepada anak yang tidak bisa melakukan kegiatan olahraga sama sekali. Sebaiknya, guru memberikan cara – cara alternatif yang dianggap legal agar nilai bidang studi olahraga anak tersebut tidak hanya bergantung pada prakteknya saja.
Jadi, sekolah inlusi dapat membantu mereka yang memiliki fisik tidak normal jika dilihat dari satu sisi. Hanya saja, peran masyarakat dan pemerintah daerah belum sepenuhnya mendukung keberadaan dari sekolah inklusi ini sendiri.